Unhas Kembangkan Model Geospasial Presisi untuk Petakan Produksi Rumput Laut Palopo

Tim Redaksi
Pemkot Palopo dan Unhas Kolaborasi Kembangkan Kajian Produksi Rumput Laut Berbasis Geospasial

PALOPO — Pemerintah Kota Palopo bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) mengembangkan pendekatan geospasial untuk memetakan potensi dan produksi rumput laut, salah satu komoditas unggulan perikanan budidaya di wilayah tersebut.

Pengembangan model itu dibahas dalam Demo Metode dan Pemaparan Kajian Produksi Budidaya Rumput Laut di Tambak dan Laut Kota Palopo yang digelar Bapperida Kota Palopo bersama Unhas di Aula Ratona Kantor Wali Kota Palopo, Senin (28/9/2026).

Kegiatan dibuka Pj. Sekretaris Daerah Kota Palopo, Dr. H. Andi Poci, S.H., M.Si., mewakili Wali Kota Palopo. Hadir pula Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas, Prof. Dr. Nurjannah Nurdin, S.T., M.Si., bersama tim peneliti.

Petakan Produksi dengan Data Spasial

Prof. Nurjannah dalam paparannya menjelaskan Model Geospasial Presisi untuk Estimasi Produksi Rumput Laut. Pendekatan tersebut dinilai penting karena aktivitas budidaya rumput laut di Palopo berkembang pada dua ekosistem berbeda.

TERKAIT:  Ilham Arief Sirajuddin Ajak Wija To Luwu Bersatu Dukung Appi-Aliyah untuk Makassar 2025-2030

Untuk wilayah perairan dangkal, budidaya antara lain menggunakan jenis Kappaphycus/cottonii, sedangkan budidaya di tambak menggunakan Gracilaria sp.

Selama ini, pemantauan produksi masih banyak mengandalkan pencatatan konvensional. Cara tersebut dinilai belum sepenuhnya mampu menggambarkan variasi produksi berdasarkan lokasi secara berkala.

Melalui model geospasial, kondisi produksi dapat dipetakan secara lebih terukur berdasarkan aspek keruangan.

Data tersebut diharapkan memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai potensi dan produksi rumput laut di berbagai wilayah budidaya Kota Palopo.

Hasil kajian selanjutnya dapat menjadi bahan pendukung pemerintah dalam menyusun perencanaan dan kebijakan pengembangan sektor perikanan budidaya berbasis data.

Dorong Riset Berbasis Potensi Daerah

TERKAIT:  Gelombang Penolakan terhadap Calon Bupati Muh Fauzi Kian Menguat, Masyarakat Luwu Utara Serukan Penyelamatan Demokrasi

Pj. Sekda Kota Palopo Andi Poci mengatakan kondisi geografis Palopo dengan garis pantai yang membentang dari wilayah perbatasan Kabupaten Luwu hingga kawasan lainnya merupakan potensi yang perlu terus dikaji.

Menurutnya, pengembangan potensi tersebut membutuhkan riset yang didukung data sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat lebih tepat.

“Semoga bisa betah dan nyaman melakukan riset dengan baik, sehingga teman-teman, khususnya para petani, pembudidaya, serta jajaran pemerintah yang mendampingi, dapat memperoleh manfaat dari ilmu yang dihasilkan dan menerapkannya dengan baik,” ujar Andi Poci.

Ia berharap kerja sama penelitian dengan Unhas dapat berlanjut dan cakupannya diperluas. Kajian tidak hanya diarahkan pada rumput laut, tetapi juga berbagai potensi lain yang dapat dikembangkan di Palopo.

“Kami juga berpikir bagaimana potensi yang ada di Kota Palopo bisa kita optimalkan, tidak hanya dari sektor perikanan, tetapi kalau memungkinkan juga dari sektor lainnya, seperti wisata alam maupun wisata bahari,” katanya.

TERKAIT:  Palopo Tuan Rumah Roadshow LPPTKA BKPRMI Pusat Zona 4

Libatkan Pemerintah hingga Tingkat Kelurahan

Kajian tersebut melibatkan tim peneliti Unhas yang terdiri atas Prof. Dr. Nurjannah Nurdin, S.T., M.Si., Dr. Henny Tribuana Cinnawara, Dr. Agus Aris, S.Kel., M.Sc., dan Syazwi Quthbi Al Azizi, S.T., M.PWK.

Kegiatan juga dihadiri staf ahli wali kota, para asisten sekretariat daerah, pimpinan perangkat daerah, camat, serta lurah se-Kota Palopo.

Keterlibatan berbagai unsur pemerintah daerah diharapkan mendukung pemanfaatan hasil kajian agar tidak berhenti pada aspek akademik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi data pendukung untuk perencanaan pengembangan ekonomi pesisir Kota Palopo. (*)

Kabar Terkait