MAKASSAR – Gagasan strategis Ketua BPW Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulsel, Ir. Hasbi Syamsu Ali, MM, agar setiap kabupaten di Luwu Raya memiliki Kodim sendiri, terus mendapat dukungan.
Salah satu tokoh masyarakat yang menyatakan dukungan kuatnya adalah Aris Pangerang, BA, mantan penyiar Radio Pemerintah Daerah (RPD) Kabupaten Luwu era Bupati Abdullah Suara.
Menurut Aris, ide yang dilontarkan Hasbi Syamsu Ali mencerminkan kecermatan membaca dinamika dan kebutuhan riil kawasan Luwu Raya, baik dari sisi pertahanan maupun pembangunan teritorial.
Dia menyebut, usulan pembentukan Kodim di setiap kabupaten di Luwu Raya adalah langkah yang sangat logis dan visioner.
“Subhanallah, ini adalah ide cerdas. Apa yang disuarakan Pak Hasbi itu bukan sekadar wacana, tapi benar-benar diperlukan untuk menjawab kebutuhan strategis Luwu Raya ke depan,” ujar Aris Pangerang di Makassar, Minggu (13/4/2025).
Lebih lanjut ia mengatakan, luasnya wilayah Luwu Raya yang mencakup hampir dua pertiga dari daratan Sulawesi Selatan menjadi salah satu alasan penting mengapa diperlukan pembentukan Kodim di masing-masing kabupaten.
Aris yang juga mantan wartawan harian Angkatan Bersenjata era Order Baru itu menyebut bahwa beban Kodim 1403/Palopo yang saat ini menjadi satu-satunya Kodim di Luwu Raya sudah terlalu berat untuk menjangkau empat wilayah administratif sekaligus.
“Kalau wilayah seluas dan sekompleks ini hanya dilayani satu Kodim, tentu tidak akan maksimal. Kehadiran Kodim baru sangat dibutuhkan agar pembinaan teritorial lebih merata dan cepat,” ucapnya.
Selain soal luas wilayah, Aris juga menyinggung jumlah penduduk Luwu Raya yang telah menembus lebih dari satu juta jiwa. Ia menilai, populasi sebesar itu secara langsung berdampak pada kebutuhan pengamanan wilayah, stabilitas sosial, dan efektivitas respon terhadap situasi darurat.
“Dengan jumlah penduduk sebesar itu, Kodim di tiap kabupaten menjadi sangat urgen. TNI AD tidak hanya hadir dalam konteks pertahanan militer, tapi juga sangat vital dalam penanganan bencana, kegiatan sosial, hingga penguatan karakter kebangsaan,” tambahnya.
Menurut Aris, letak geografis Luwu Raya yang berada di titik tengah antara Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara menjadikan kawasan ini sebagai simpul strategis yang memerlukan perhatian lebih dari sisi pertahanan negara.
“Posisi kita ini sangat strategis, bahkan bisa dikatakan berada dalam segitiga emas Sulawesi. Maka wajar jika ada usulan pembentukan Korem di Luwu Raya, sebagai penopang struktur pertahanan yang lebih besar,” ujarnya.
Aris juga menyoroti kesiapan infrastruktur Luwu Raya yang dinilainya sangat mendukung kehadiran satuan-satuan militer. Menurutnya, keberadaan pelabuhan laut, akses jalan darat antarkabupaten, hingga bandara di Luwu Timur dan Palopo sudah cukup memadai untuk menopang kebutuhan operasional TNI di masa depan.
“Infrastruktur kita sudah ada. Tinggal kemauan politik dari pusat dan sinergi para pemimpin daerah di Luwu Raya yang dibutuhkan untuk merealisasikan ide besar Pak Hasbi ini,” ucapnya.
Ia pun berharap gagasan ini segera direspons secara serius, terutama oleh kepala daerah dan DPRD se-Luwu Raya, agar aspirasi masyarakat untuk kehadiran negara melalui institusi pertahanan dapat benar-benar terwujud.
“Saya sangat mendukung perjuangan Pak Hasbi Syamsu Ali ini. Semoga para pemimpin kita membuka mata dan hati terhadap pentingnya langkah ini. Demi masa depan Luwu Raya yang aman, kuat, dan mandiri,” pungkas Aris. (*)






