Datu Luwu: Pejabat Jangan Silau Harta, Lumpuh Jabatan, dan Tuli Pujian

Tim Redaksi

Disampaikan saat anugerahkan gelar adat untuk Menteri Agama RI

Menteri Agama RI Dianugerahi Gelar Adat Kedatuan Luwu-min
Menteri Agama RI Dianugerahi Gelar Adat Kedatuan Luwu-min

PALOPO — Penganugerahan gelar adat Kedatuan Luwu kepada Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., di Istana Datu Luwu, Jumat (3/10/2025), tak hanya menjadi seremoni budaya.

Dalam kesempatan itu, YM Datu Luwu XL, H. Andi Maradang Mackulau Opu To Bau, SH, menyampaikan pesan moral yang menohok terkait kondisi bangsa.

Dalam arahannya yang dibacakan oleh Opu Pa’bicara Kedatuan Luwu, Lutfy A. Mutty, YM Datu Luwu menyoroti maraknya praktik korupsi yang merambah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, bahkan lembaga demokrasi seperti MK dan KPK.

TERKAIT:  Ketua KKLR Sulsel Berikan Harapan di HUT Kemerdekaan RI ke-79

Ia juga menyinggung kementerian-kementerian strategis seperti kesehatan, pendidikan, dan agama, yang ironisnya pernah tercoreng kasus korupsi menterinya.

“Pejabat negara harus menjaga integritas, tidak silau oleh harta, tidak lumpuh oleh jabatan, dan tidak tuli oleh pujian,” tegasnya.

Datu Luwu menekankan pentingnya nilai-nilai budaya sebagai fondasi moral bangsa.

Menurutnya, bangsa tanpa akar tradisi akan kehilangan identitas, sebagaimana ditunjukkan oleh Jepang, Cina, dan Korea yang mampu maju tanpa meninggalkan warisan leluhur.

Di Sulawesi Selatan, nilai-nilai Siri, Lempu, Getteng, Ada Tongeng, Macca, dan Warani menjadi pilar budaya yang harus terus dijaga melalui teladan para pemimpin.

TERKAIT:  Seruan Damai Ketua KKLR Sulsel Hasbi Syamsu Ali di Tengah Rentetan Konflik Warga Luwu Raya

Dalam acara yang juga dihadiri Bupati Luwu H. Patahudding, Wali Kota Palopo Hj. Nelly Trisal, serta berbagai tokoh adat dan masyarakat Luwu Raya itu, Menteri Agama menerima gelar adat “To Makkadanggange ri Labu’ Tikka” yang berarti orang yang istiqamah dalam menegakkan kebenaran.

Prosesi adat berlangsung khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, dan ritual khas Kedatuan Luwu.

Penganugerahan gelar ini menjadi penegasan peran Kedatuan Luwu bukan hanya sebagai penjaga adat dan budaya, tetapi juga sebagai suara moral yang mengingatkan bangsa agar tidak kehilangan arah dalam arus modernisasi. (*)

TERKAIT:  Operasi Pallawa 2026 Digelar, Pemkot Palopo Dukung Tertib Lalu Lintas

Kabar Terkait