PALOPO – Pemerintah Kota Palopo terus mendorong penguatan sektor ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Salah satunya diwujudkan lewat Workshop Storytelling Marketing dan Management Event yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Palopo di Stay & Resto Laverde, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan yang bekerja sama dengan Forum Kota Kreatif tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan pelaku ekonomi kreatif dalam membangun strategi pemasaran berbasis cerita (storytelling) sekaligus memperkuat keterampilan mengelola berbagai kegiatan atau event.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Palopo, Emil Nugraha Salam, mengatakan workshop tersebut merupakan bagian dari program pengembangan ekonomi kreatif yang mendapat dukungan penuh dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo.
Menurutnya, penguatan keterampilan komunikasi pemasaran dan manajemen event menjadi kebutuhan penting agar pelaku ekonomi kreatif mampu meningkatkan daya saing usahanya di tengah perkembangan pasar yang semakin kompetitif.
“Kegiatan ini merupakan salah satu program Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Forum Kota Kreatif. Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo memberikan dukungan penuh karena ekonomi kreatif membutuhkan peningkatan keterampilan komunikasi pemasaran dan pengelolaan event,” ujar Emil.
Ia menjelaskan, workshop dibagi ke dalam dua sesi utama. Sesi pertama membahas strategi komunikasi pemasaran melalui pendekatan storytelling, sedangkan sesi kedua berfokus pada pengelolaan event yang efektif bagi pelaku ekonomi kreatif.
Selain materi utama, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai strategi pengembangan usaha, teknik promosi produk, hingga membangun jejaring bisnis agar produk yang dihasilkan semakin dikenal masyarakat.
“Dengan kegiatan ini kami berharap peserta memperoleh inspirasi, pengetahuan, serta jaringan yang nantinya dapat diterapkan untuk mengembangkan usahanya,” katanya.
Workshop tersebut dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Palopo, Taufik Gurrahman, yang hadir mewakili Wali Kota Palopo.
Dalam sambutannya, Taufik menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam membekali pelaku ekonomi kreatif dengan kemampuan yang relevan menghadapi perubahan tren pasar dan perilaku konsumen.
Menurutnya, kreativitas harus berjalan seiring dengan inovasi, kedisiplinan, dan tanggung jawab agar sebuah usaha mampu bertahan dan berkembang.
“Kreatif, inovatif, disiplin, dan bertanggung jawab merupakan karakter yang harus dimiliki, baik oleh aparatur pemerintah maupun pelaku usaha. Tanpa itu, akan sulit berkembang,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pelaku usaha memahami secara mendalam produk yang dipasarkan, mulai dari proses produksi hingga kualitas produk saat diterima konsumen.
Lebih lanjut, Taufik menilai strategi pemasaran berbasis storytelling memiliki nilai tambah yang mampu meningkatkan daya tarik sebuah produk.
“Storytelling memiliki dampak yang sangat besar. Konsumen bahkan bersedia membeli produk dengan harga lebih tinggi karena ada cerita dan nilai yang melekat di balik produk tersebut,” pungkasnya. (*)






