MALILI — Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Luwu Timur (AMPLi) di Jalan Trans Sulawesi, Kamis (26/3/2026), tidak hanya menyoroti isu lingkungan, tetapi juga persoalan ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal di tengah masuknya investasi industri di daerah tersebut.
Dalam aksi tersebut, massa secara khusus menyoroti transparansi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) milik PT IHIP serta mendesak pemerintah daerah untuk memastikan ketersediaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Aksi yang berlangsung di simpang tiga poros Trans menuju pelabuhan PT Vale, jalur Balantang itu sempat menyebabkan arus lalu lintas lumpuh selama beberapa jam akibat pemblokiran jalan oleh massa aksi yang melakukan orasi secara bergantian di tengah jalan.

Koordinator Jenderal Lapangan AMPLi, Yolan, dalam orasinya menyatakan bahwa keterbukaan dokumen AMDAL penting agar masyarakat mengetahui dampak lingkungan dari aktivitas industri yang beroperasi di wilayah mereka.
Menurutnya, sebagai perusahaan yang berinvestasi dan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, PT IHIP juga diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.
“Kami tidak menolak investasi, tetapi masyarakat juga harus mendapat manfaat, termasuk kesempatan kerja dan jaminan lingkungan yang aman,” ujar Yolan dalam orasinya.
Mahasiswa menilai keterbukaan dokumen AMDAL dan ketersediaan lapangan kerja merupakan dua hal yang tidak terpisahkan dalam pembangunan industri di daerah.
Di satu sisi, investasi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja, namun di sisi lain aspek lingkungan dan keterbukaan informasi kepada masyarakat juga harus menjadi perhatian.
Selain dua isu tersebut, massa aksi juga menyinggung perlunya audit pembangunan Islamic Center. Namun dalam aksi kali ini, isu AMDAL PT IHIP dan ketersediaan lapangan kerja menjadi tuntutan yang paling banyak disuarakan massa.
AMPLi berencana membawa tuntutan tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD dan pemerintah daerah yang dijadwalkan berlangsung pada 2 April 2026 mendatang.
Selama aksi berlangsung, aparat kepolisian dari Polres Luwu Timur melakukan pengamanan untuk memastikan demonstrasi berjalan tertib dan kondusif.
Hingga aksi berakhir, situasi di lokasi terpantau aman meski sempat terjadi kemacetan panjang akibat penutupan Jalan Trans Sulawesi di wilayah Luwu Timur.
Mahasiswa berharap pemerintah daerah dan pihak perusahaan dapat memberikan penjelasan terbuka terkait dokumen AMDAL PT IHIP serta kebijakan penyerapan tenaga kerja lokal agar keberadaan investasi industri di daerah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. (*)






